The Image of God -- 05 Juni 2009

Jumat, 05 Juni 2009

The Image of God, adalah sebuah tema yang diangkat oleh Badan Pengurus untuk mengingatkan kita sekalian, bukan hanya anggota Komisi Pemuda GKI Sul-Sel jemaat Makassar saja, tetapi bagi semua orang Kristen yang membaca blog ini. Ayat Pembimbing kita adalah Kejadian 1:26.

Berdasarkan Kejadian 1:26 yang menyatakan bahwa kita, manusia, adalah ciptaan Allah yang Maha Kuasa yang diciptakan berbeda dengan ciptaan-Nya yang lain. Letak perbedaannya adalah kita diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah. Sehingga didalam kehidupan kita, seharusnya terdapat sifat-sifat Allah. Tetapi sifat-sifat Allah yang seharusnya ada dalam hidup kita menjadi rusak karena kejatuhan manusia dalam dosa. Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Gambar dan Rupa Allah yang ada dalam diri kita menjadi rusak. Mungkin ada yang berpendapat, mengapa Tuhan tidak menghancurkan Adam dan Hawa yang sudah rusak oleh dosa, kemudian mengciptakan Adam dan Hawa yang baru lagi? Sampai sekarang kita belum tahu jawabannya, yang perlu kita ketahui adalah pikiran kita bukanlah pikiran Allah, hati kita bukanlah hati Allah, rencana kita bukanlah rencana Allah, yang jelas Tuhan memiliki rencana yang indah dibalik semua ini. Setelah Gambar dan Rupa Allah dalam diri Adam dan Hawa rusak, Tuhan Allah mengutuk tanah dan mengadakan permusuhan antara kaum manusia dan Ular, yang merupakan penyebab manusia jatuh dalam dosa (Kejadian 3). Untuk memulihkan Gambar dan Rupa Allah yang telah rusak tersebut, Allah memberikan Putra Tunggal-Nya untuk menyelamatkan kita semua dari dosa dan hukuman yang kekal, dan mengembalikan sifat-sifat Allah yang ada dalam diri kita melalui kesaksian hidup Tuhan Yesus, sehingga kita tidak takut lagi untuk menghadap tahta Allah yang Maha Kudus. Dan setelah menyelamatkan dan menyucikan kita dari segala dosa, hanya ada 1 yang Dia inginkan untuk kita lakukan, yaitu menjadi Garam dan Terang Dunia. Sudahkah kita menjadi Garam dan Terang Dunia yang berhasil mempengaruhi dunia ini? Ataukah kita yang terpengaruh dosa dunia? Semuanya hanya kita yang dapat menjawabnya.

Sekian pembahasan ayat dari Firman Tuhan yang singkat yang telah dibawakan oleh Hamba-Nya tadi. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua. Amin. God bless..

PERMOHONAN MAAF..

Rabu, 27 Mei 2009

Kepada pembaca setia blog Komisi Pemuda GKI Sul-Sel Jemaat Makassar..

Kami dari pihak yang mengelola blog ini, menyampaikan permohonan maaf kami yang sebesar-besarnya karena selama sebulan lebih blog ini tidak exist lagi..

Jadi kami ingin meng-exist-kan kembali blog ini mulai pada bulan Juni mendatang.. Harap pengertiannya.. God Bless..

Mengalah Bukan Kalah -- 03 April 2009

Jumat, 03 April 2009

Mengalah bukan Kalah, adalah tema Komisi Pemuda pada malam hari ini. Tujuan tema ini diangkat adalah untuk mengajar para pendengar dan pembaca blog ini untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip keKristenan dalam menghadapi dunia yang semakin tidak jelas ini.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak dapat memungkiri bahwa sebagai manusia biasa, mengalah merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan, apalagi kalau diri kita benar dan kita harus mengalah. Sejak dari masa kanak-kanak, kita terus diajar untuk membalas hal-hal yang bersifat negatif, sehingga sifat itu kita bawa hingga saat ini. Tahukah anda, apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang hal ini? Mari kita baca Matius 5:38-48. Dalam pembahasan kali ini, kita melihat pada pasal 38, mata ganti mata, gigi ganti gigi. Itulah yang diajarkan Hukum Taurat, sedangkan yang diajarkan Yesus sebaliknya (pasal 39). Apa inti yang ingin disampaikan Yesus melalui injil ini? Ketika kita mengalah, itu bukan berarti kita kalah. Sebab dengan mengalah justru kita menunjukkan kemenangan kita atas diri kita, ego kita, dan kita telah menyangkal natur diri kita yang telah rusak akibat jatuh dalam dosa.

Apa alasan mengapa kita sering tidak mau mengalah? Karena kita merasa bahwa kita tahu segala-galanya, jadi kita tidak mungkin salah. (Wah salah bener tuch). kedua, karena kita merasa kita berhak untuk mengeluarkan dan mempertahankan pendapat kita. Ketiga, karena kita yakin bahwa hanya kita yang benar dan seluruh dunia salah. Sikap inilah yang harus kita sangkali, walaupun kita benar, mungkin sebaiknya kita mengalah (sebab yang kita hadapi adalah orang-orang yang sangat berbeda dengan kita) dan meminta petunjuk Tuhan untuk hal ini.

Kiranya perenungan singkat kali ini dapat menjadi berkat bagi kita sekalian. Amin. Gbu

Diberkati untuk Memberkati -- 27 Maret 2009

Rabu, 01 April 2009

Siapa yang tidak dingin diberkati? Tentunya semua orang ingin diberkati, tetapi siapakah yang ingin membagikan berkatnya kepada orang lain? Pastinya tidak ada, eh bukan tidak ada, tapi jarang ada yang ingin membagikan berkatnya kepada orang lain, karena salah satu natir manusia sejak jatuh dalam dosa adalah egois.

Diberkati untuk memberkati, adalah tema yang diangkat untuk mengajar kita agar kita pun dapat membagikan berkat kepada orang lain, seperti yang dilakukan oleh Yusuf pada saat dia dijual ke Mesir. Kita tentu saja tahu tentang kisah Yusuf pada saat dia di Mesir, mulai dari dia diangkat menjadi orang kepercayaan Raja Mesir, dia digodai oleh istri Potifar, hingga oa dijerumuskan ke penjara. Kita tahu juga bahwa selama dia di Mesir, dia telah menerima banyak berkat Tuhan, sehingga dia menolak ajakan dari istri Potifar untuk tidur dengan dia. Melalui penolakan ajakan itu, dia (Yusuf) semakin mendapatkan berkat dan penyertaan dari Tuhan, dia menjadi kesayangan kepala penjara, dan dia pun membagikan berkatnya melalui teladan hidupnya bagi semua orang yang ia temui.

Kita tentunya tahu, untuk menjadi berkat bagi orang lain, tentunya tidaklah mudah, akan banyak dosa/pencobaan yang akan berusaha menjatuhkan kita. Kisah Yusuf kiranya dapat menjadi teladan bagi kita untuk dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain..

Kiranya perenungan tadi dapat menjadi sumber inspirasi kita untuk dapat tetap hidup kudus dihadapanNya, dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.

 
GKI Makassar Youth Commision - by Templates para novo blogger